Simpan
dulu pertanyaan anda. Mungkin sebagian besar dari anda sudah mengetahui angka
apa yang menjadi judul bahasan kita kali ini, atau sebagian lagi memang gak
mengerti sama sekali.
Well,
kali ini saya akan ngomongin tentang manajemen. Manajemen dalam segala hal, gak
cuma bisnis atau waktu, mungkin bisa dibilang manajemen dalam pemikiran sempit
saya. Oke, keywordnya adalah “P A R E T O”. (hayoo langsung pada tanya mbah
google yaa)
Adalah
Mbah “Vilfredo Federico Damaso
Pareto” seorang ahli manajemen
asal Itali yang yang mencetuskan Hukum Pareto atau yang biasa disebut prinsip
80/20 (the 80/20 principle). Hukum Pareto mengatakan bahwa 80% akibat berasal dari 20% penyebab, atau dengan
kata lain 80% leverage berasal dari 20% usaha.
Saya gak akan berat
berat bahas hukum ini, dan karna tulisan ini tanpa proses editing, jadi
maapkeun kalau bahasanya gak baku.
Mari kita mulai, saya
analogikan pendapat mbah Pareto tadi dalam kehidupan saya, dan saya menemukan jika
saya mengalokasikan 20% saja waktu untuk hal yang salah, maka saya memperoleh
80% produktivitas yang tidak maksimal, atau sebaliknya, jika 20% saja saya
menggunakan waktu untuk melakukan usaha yang maksimal, maka sebanding dengan
80% hasil yang saya terima.
Kita sederhanakan dalam
sebuah contoh.....
Kim
woo bin (sambil mbayangin oppa) jualan sendal gunung merk A,B,C,D,E. Merk A
paling laku, salah satu yang sering beli Si Min Ah (yaiyalah, pacare og). Berarti
nilai jual 20% merk A atau 20% hasil teratas menyumbang 80% total penjualan. Jadi,
20% itu yang dimaksimalkan Kim woo bin, alhasil dia nyetok barang A lebih
banyak biar maksimal pendapatannya.
Apa
kaitannya dengan kehidupan???
Mungkin
kita bisa melihat bahwa sekecil kecilnya 20% keputusan kita di masa kini akan
berdampak 80% di masa mendatang. Salah satu penulis menyebutnya dengan “sepele
tapi penting”. Mungkin saat ini kita melepaskan hal yang dianggap sepele yang
akan menjadi penting di masa depan, atau mungkin sebaliknya kita memprioritaskan
hal yang kita anggap sepele ternyata hasilnya berdampak besar bagi kehidupan
kita. Itu sebabnya kita tidak boleh menggampangkan sesuatu, menganggap remeh
sesuatu, merasa sesuatu itu biasa saja, tak penting atau tak berharga, ingatlah
semua yang dimaksimalkan akan menjadi penyumbang terbesar dalam keberhasilan
kita, meskipun itu hanya 20% saja dari 100% total prioritas kita. Tapi ingat,
ini bisa jadi jebakan bila kita mengabaikan 80% nya.
“Yang terpenting tetaplah fokus pada 20% yang
anda miliki tanpa mengabaikan 80% nya lagi. “
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible
0 komentar:
Posting Komentar