Andrea
Hirata, Merry Riana, Andrie Wongso, atau Karem Elshazley bukan satu satunya
penulis yang menggembor-gemborkan soal mimpi. Hampir semua buku motivasi yang
pernah kita temui atau kita baca, menjadikan “mimpi” sebagai headline utama
dalam pencapaian kesuksesan seseorang, baik itu karir maupun kehidupan. Tapi kali
ini saya gak akan bahas tentang “mimpi”atau “kesuksesan”. Karna sebenarnya saya
juga masih berada dalam proses perwujudan kedua hal tersebut, jadi kurang asik
aja kalau orang yang bukan apa banget bahas soal hal itu. Hmmmm... apakah yang
saya bahas kali ini berkaitan dengan kedua hal tersebut? Saya rasa iya.
Oke,
apa yang terfikir dari kutipan di atas?
Saya
mengartikannya “jika ilmu adalah burung bukankah pena yang paling tepat untuk meraihnya”. .
Menurut pendapat
beberapa ahli sebut saja Mbah Notoatmojo, Om Winkel, Gagne, Whiterington, atau
pakde pakde yang lainnya, belajar esensinya merupakan suatu proses perubahan
yang tercermin dalam suatu aktivitas. Dalam Islam, Allah berfirman dalam surat Al Alaq bahwa
sudah jelas manusia diperintahkan untuk “membaca”secara implisit manusia
diperintahkan untuk belajar.
Saya
termasuk salah satu orang yang percaya bahwa mimpi bisa diraih dari proses
belajar. Jangan diartikan belajar hanya diperoleh pada pendidikan formal dan
non formal saja lho ya, pengalaman juga proses belajar (pengalaman hidup
maksudnya, ups... hihihi). Belajar dari proses kegagalan (udah sering denger
ye? Ungkapan klasik tapi emang bener). Ya pokoknya belajar. Saya percaya
belajar merupakan ibadah sepanjang hayat.. dari mulai sperma memenangkan sel
telur dan terjadi pembuahan, sesungguhnya proses kita belajar sudah dimulai,
sampai akhirnya kita kembali jadi tanah, barulah kita trima rapor hasil
belajar.
“Jika
senyum adalah sedekah paling mudah, maka belajar adalah ibadah yang paling
menyenangkan sepanjang hayat”
Mari
mlipir sedikit, saya inget waktu ibu saya cerita, kira-kira begini
“Pas hamil
kamu dulu nduk, ibu masih aja kerja bantuin jualan di toko eyang, kalau malem
ibu rajin bacain surah Yusuf sama surah Maryam, bapak sukanya gitaran trus
nyanyi berdua sama ibu, ibu bikinin kamu kelambu sendiri, sarung bantal, semua
ibu bikin sendiri.”
Dari
cerita ibu, saya sangat bertrimakasih dan bersyukur , bahwa itu upaya ibu buat
jadi guru untuk saya sejak masih dalam kandungan, apapun aktivitas ibu pada
waktu itu, juga merupakan proses belajar untuk saya. Katanya Prof. Dr. Truby dokter spesialis anak dan ahli
bahasa serta antroplogi dari University of Miami, USA, proses belajar dimulai sejak
dari kandungan. Jadi bener kalau belajar itu sepanjang hayat, dan apa yg diajarkan
emak uee ya hasilnya seperti inilah, anaknya seneng dagang, seneng bikin bikin
ga jelas, seneng musik meskipun gak bisa nyanyi dan maen alat musik, ya
beginilah.
Oke
back to the topic..
Kalau
belajar merupakan upaya saya dalam meraih mimpi, trus apa yang saya pelajari?
Jujur
yang paling berat itu belajar “mengalahkan hawa nafsu”. Asli berat banget,
kalau pake prinsip 80/20 yang sempet saya posting kemarin, mungkin 80% dari
trouble yang saya alami karna 20% tindakan saya yang cuma nurutin hawa nafsu. Mulai
dari grusah grusuh, gak sabaran, moody, cepet emosian, terlalu banyak pacaran,
buang waktu, kurang fokus, cepet ngeluh, boros, males, gak jelas sendiri dan
masih banyak yang lain lainnya, itulah yang bikin susyah banget buat jalan
maju. Bisa dibilang kalaupun kadarnya Cuma 0,01% aja, diakumulasiin mungkin
bisa 20% bahkan lebih.
Suatu
hari pernah ada temen yang tanya “lagi apa Za?” aku jawab lagi blajar. Dirinya bales“Lah
hari gini masih belajar?”aku rodo mangkel sitik ( Baca : agak sebel dikit) oke
dan karna males berpanjang kali lebar kali tinggi, maka aku jawab aja “Belajar
kan bagian dari ibadah.” Sebenarnya saya kurang faham beliaunya bertanya
seperti itu karna bercanda atau emang seriusan, kalau serius kok sangat
disayangkan sekali sempit pemikirannya.
Jadi
apa yang saya lakukan untuk terus belajar?
“Saya hanya perlu terus bermimpi,
karna mimpi adalah hal yang terus mendorong saya untuk terus belajar”
Karna
saya melewati banyak hal selama hampir 23 tahun, dan merupakan proses belajar
yang berharga bagi saya, maka saya akan mulai dan mulai setiap harinya dengan
10 hal :
- Bahagia dan bersyukur
- Ikhlas
- Berpegang pada tujuan
- Menghadapi aib (kekurangan)
- Fokus dan bersungguh – sungguh
- Mengetuk pintu yang benar
- Toleran
- Tahan banting
- Positif thinking
- Tawakal.
“Karena saya
yakin mimpi wanita hebat diraih dengan proses belajar yang tidak mudah, materi
super sulit, dengan guru super keras dan kompetitor yang super berat”.
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:
Posting Komentar